jump to navigation

Panggilan Ummi dan Abi dalam islam January 3, 2014

Posted by orong-orong in Uncategorized.
trackback

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Panggilan seorang suami kepada isterinya dengan sebutan ‘bunda’ memang sangat banyak kita lihat. Bukan hanya kata ‘bunda’ saja, tetapi semua variannya, seperti ‘mama’, ‘ibu’, ‘kakak’, bahkan ‘ummi’.

Demikian juga dengan panggilan seorang isteri kepada suaminya, seringkali dengan sebutan ‘ayah’, ‘papa’, ‘bapak’, ‘adik’ danbahkan ‘abi’.

Sebenarnya tidak ada yang terlarang dengan panggilan-panggilan seperti ini, asalkan sudah menjadi kelaziman. Tentu sama sekali tidak ada niat dari masing-masing pasangan untuk memposisikan suami atau isteri dengan cara yang berbeda. Maksudnya, ketika seorang isteri memanggil suaminya dengan sebutan ‘ayah’, tentu niatnya bukan menganggap suaminya sebagai ayahnya. Demikian juga sebaliknya.

Memang secara bahasa, panggilan-panggilan ini agak rancu. Tapi yang tidak rancu terkadang malah aneh terdengar di telinga. Mungkin kita akan merasa janggal kalau mendengar seorang isteri memanggil suami dengan sapaan “Suamiku, suamiku!.” Lalu suaminya menjawab, “Ya, ada apa isteriku?” Persis potongan film Cina yang disulih (dubbing) dengan bahasa Indonesia.

Jadi ini sebenarnya masalah rasa bahasa. Kita adalah bangsa yang tergolong santun dalam berbahasa, saking santunnya sampai-sampai ‘keluar’ dari alur aslinya. Meski tidak harus selalu bertentangan dengan syariah.

Misalnya panggilan ‘saudara’ atau ‘saudari’, sudah menjadi sebuah keumuman bahwa kita menyapa orang lain, baik yang kita kenal atau pun yang tidak dengan panggilan itu. Padahal kalau mau ditarik ke arah hukum syariah, seorang laki-laki diharamkan menikah dengan saudari perempuannya. Atau lebih tegasnya seorang al-akh tidak boleh menikahi ukhti-nya. Karena hubungan antara akh dengan ukht adalah hubungan kemahraman yang dilarang terjadinya pernikahan.

Panggilan Abi dan Ummi

Sayangnya, ada panggilan yang agak ‘lebih parah’ lagi. Yaitu panggilan isteri kepada suaminya dengan sebutan ‘abi’. Dan sebaliknya, panggilan suami kepada isterinya dengan sebutan ‘ummi’.

Kenapa kami bilang lebih parah?

Karena kata ‘abi’ bukan sekedar bermakna ayah, yang masih bersifat umum, tetapi sudah makrifah, di dalamnya sudah ada penekanan bahwa yang dipanggil abi adalah ayah saya. Maka ketika isteri menyebut ‘abi’ artinya adalah ayah saya. Ketikasuami menyebut ‘ummi’ artinya adalah ibu saya.

Di sini yang jadi sorotan adalah semangat menggunakan bahasa arab yang agak kurang tepat mengenai sasaran. Masalahnya, Rasulullah SAW dan para shahabat yang orang arab, sama sekali tidak pernah menyapa isteri mereka dengan sebutan ‘ummi’. Para isteri shahabat juga tidak pernah memanggil suami mereka dengan sapaan ‘abi’. Karena suami mereka memang bukan ayah mereka, sebagaimana isteri mereka bukan ibu mereka.

Mereka tetap memanggil isteri mereka dengan kata umm, tetapi bukan ‘ummi’. Di sini letak titik masalahnya. Mereka panggil isteri mereka dengan sebutan yang menyebutkan kedudukan ibu terhadap anaknya. Kalau anak mereka bernama Zaid misalnya, maka panggilannya adalah: ‘Umma Zaid’.

Kok umma bukan ummu?

Ya, karena kata umm dalam kalimat itu berposisi sebagai munada atau pihak yang dipanggil, dan dia sendiri adalah mudhaf, maka kedudukannya menjadi nashab (manshub). Dan tandanya adalah fathah. Aslinya, ada huruf munada seperti ‘ya’yang artinya wahai. Maka aslinya: Ya umma Zaid. Artinya, wahai ibunya Zaid.

Demikian juga, si isteri menyapa suaminya bukan dengan sebutan ‘abi’, melainkan ‘aba zaid’.

Tetapi sebutan itu bukan panggilan langsung kepada orangnya, maka posisi rafa’ dengan dhammah sebagai tandanya. Abu Zaid dan Ummu Zaid.

Maka tidak ada salahnya kita sedikit mengoreksi masalah ini, sambil hitung-hitung belajar bahasa arab dengan baik. Kalau anda punya anak bernama Muhammad, cobalah sapa isteri anda dengan panggilan: umma Muhammad. Akan terasa lebih meresap dari sisi bahasa dan tentunya lebih syar’i.Ketimbang disapa dengan sebutan yang lain.

Tetapi apa yang kami sampaikan bukanlah hal yang prinsipil, apalagi menabrak larangan syariah. Sekedar bahan renungan, setidaknya untuk mereka yang sedang merindukan untuk punya bahtera kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Apa salahnya sejak awal sudah lebih kritis dalam penggunaan istilah?

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh

sumber ; http://www.eramuslim.com/nikah/panggilan-ayah-dan-bunda.htm#.UsYYaNIW0vw

silahkan diseruduk

Image

salam kebo putih

Comments»

1. mas huda - January 3, 2014

Ya kayak di Jawa lah ya, panggilan itu untuk memanggilkan anaknya… buat mrngajari anaknya

orong-orong - January 3, 2014

thole gendhuk

mas huda - January 3, 2014

Bapak e thole

2. masshar2000 - January 3, 2014

ayang beib aja…

orong-orong - January 3, 2014

hayah

3. Mase - January 3, 2014

sekarang pacaran saja panggilannya sudah ayah bunda
http://satuaspal.wordpress.com/2014/01/03/serba-serbi-wanita/

orong-orong - January 3, 2014

padahal juga gak lama

Mase - January 3, 2014

bener juga ya…dasar alay…

4. Aditya - January 3, 2014

Waah orong2 udh jd ustadz 😀
saLut dah ma artikeL.a

orong-orong - January 3, 2014

kalau jum’at ada sedikit renungan om

5. Aditya - January 3, 2014

Ok maz br0 sm0ga bza jd m0tivasi bwt smua.a
thank’s 🙂

orong-orong - January 3, 2014

amin

6. Sigit - January 3, 2014

sip, membuka mata buat yg sok ngislam tp gak ngerti artinya.. 😀

btw, bonuse boljug..

orong-orong - January 3, 2014

ambil aja gan

Sigit - January 3, 2014

udah punya.. 😀

orong-orong - January 3, 2014

buat serep

7. ari - January 3, 2014

mantep suhu infonya

orong-orong - January 3, 2014

weleh

8. gc133hijrah - January 3, 2014

Malu ane diingetin…. Sebenernya ane udah lama tau ini….
Makanya anak2 juga istri ane memanggil ane dengan sebutan “biah” kebalikan dr abi, karna ane ga suka dengan panggilan aba atau baba, ga enak didengernya, sedangkan buat neneknya pakai panggilan jiddah….
Cuma untuk panggilan kepada istri memang aga susah ya…. Jd ane tetap panggil ummi….
Allah maha mengetahui apa yg ane maksud….

orong-orong - January 4, 2014

amin

9. berguling kedepan - January 3, 2014

trus tetangga anaknya namanya abi orangtuanya manggilnya abi mohon pencerahan?

orong-orong - January 4, 2014

ganti saja namanya paijo. wkwkwk

10. ochimkediri - January 3, 2014

saya pernah memikirkan tentang sebutan abi untuk suami,begitu juga sebutan umi panggilan untuk istri,memang menurut saya panggilan itu bukan pada tempatnya.

orong-orong - January 4, 2014

yang sah sah saja

11. redbike92 - January 3, 2014

baru paham kalau suami isteri gak boleh panggil ummi abi
lha yang punya blog manggil istrinya opo?

orong-orong - January 4, 2014

embok, wkwkwkwk

12. lazione budy - January 4, 2014

“white snake legend”

yang suami manggil ummi itu sebenarnya memberi contoh anaknya untuk memanggil ummi kepada ibunya. Begitu juga sebaliknya.
contoh seorang ibu memanggil anak pertama dengan panggilan kakak, itu memberi contoh buat anak kedua agar memanggil anak pertamanya kakak.
simply kok.

orong-orong - January 4, 2014

joss

13. july - January 4, 2014

top ! saya suka artikel ini. Islam bagus dan kita tdk perlu ke-arab2an. Nah, ternyata malah fatal klo dijelaskan. Suami ke istri sdh sangat cukup panggil ‘Dik’. Istripun ke suami sdh sangat cukup panggil ‘Mas’. Klo tdk di dpn anak2. Panggilan ‘Pak, Buk, Ayah, Ibu sdh sangat cukup dan Indonesia banget. Panggilan bunda ? Maaf dech, out of my mind. Apalagi yg ke-arab2an..bbeeuuhhh..

orong-orong - January 4, 2014

siiiiiiiiiiiip, semoga berguna

14. Wong Ndeso 94 - January 4, 2014

Kacung dan genduk, kalo di jawa. La tetangga ane juga ada namanya “kacung”(laki”) dan “genduk”(yang perempuan).

http://wongndeso1994.wordpress.com/2014/01/04/materi-lpg-dan-penjelasannyaindikasi-kebocoran-dan-cara-mengatasi/

orong-orong - January 4, 2014

genduk karo thole

15. info keren - April 1, 2015

Yang penting hatinya sayang…walau apapun panggilannya…kl dr ht sayang biasanya panggilan jg bagus walau tidak muluk muluk……daripada kelihatan indah tapi dibibir saja…hehehe pisss…

16. fatabalada - April 2, 2015

pak e mbok e….

17. Hikmat - May 16, 2016

Izin share kang


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: